"Kalau di resesi menurut saya tetap konsumsinya nggak boleh turun, jadi tetap kebutuhan minimum nggak boleh kurang. Jadi justru ketika ada resesi kan agar ada spending tetap berjalan. Kalau semakin turun ya dia akan memperburuk pertumbuhan ekonomi, terutama dari sisi masyarakat atau rumah tangga,"
- Tauhid Ahmad –
Detik.com, Sabtu, 26 Sep 2020
Tampilkan postingan dengan label KATA BIJAK NEGARA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KATA BIJAK NEGARA. Tampilkan semua postingan
Jumat, 25 Desember 2020
Minggu, 27 September 2020
Solusi di Tengah Pandemi menurut Mardani H. Maming
"Di situasi pandemi, kami harapkan masyarakat harus
mencari jalan keluar bersama untuk memberikan solusi dalam mengatasi masalah
ini, jangan menyalahkan pemerintah, karena semua pemerintah dan stakeholder
terkait sedang bekerja keras untuk melawan pandemi COVID-19 ini,"
Gambar: unsplash.com
Detik.com, Sabtu, 26 Sep 2020
Minggu, 30 Agustus 2020
Perempuan dalam Dunia Wirausaha menurut Agustina Erni

"Perempuan memiliki keunggulan karena mereka lebih telaten, mandiri, dan pantang menyerah, terutama dalam memulai dan memperjuangkan usaha, karakter ini menjadi modal utama bagi perempuan untuk menjadi wirausaha yang sukses dan berdaya. Nantinya, perempuan yang berdaya akan menurunkan angka kasus kekerasan perempuan dan anak, pekerja anak dan perkawinan usia dini menuju Indonesia yang lebih maju,"
- Agustina Erni, Deputi Bidang Kesetaraan Gender dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI -
Detik.com, Selasa 25 Agustus 2020
Jumat, 07 Februari 2020
Ukuran kemajuan suatu Negara menurut Michele Borba
![]() |
| Gambar: https://creativesystemsthinking.wordpress.com/ |
Michele Borba, Ed.D
Membangun Kecerdasan Moal
Tujuh Kebajikan Utama untuk Membentuk Anak Bermoral Tinggi
Jakarta 2001
Gramedia Pustaka Utama
Membangun Kecerdasan Moal
Tujuh Kebajikan Utama untuk Membentuk Anak Bermoral Tinggi
Jakarta 2001
Gramedia Pustaka Utama
Senin, 24 Juni 2019
Kepedulian menurut Dale Carnegie
![]() |
| Gambar: http://kebajikandalamkehidupan.blogspot.com |
Keith Harrell & Hattie Hill
Connect
Gramedia Pustaka Utama
Jakarta
2007
Senin, 17 Juni 2019
Mendengar menurut Keith Harrell & Hattie Hill
![]() |
| Gambar: https://www.pusatalatbantudengar.com |
Keith Harrell & Hattie Hill
Connect
Gramedia Pustaka Utama
Jakarta
2007
Sabtu, 15 Juni 2019
Label menurut Keith Harrell dan Hattie Hill
![]() |
| Gambar: myDario.com |
pa pun yang kita anggap berbeda dengan kita. Label merupakan sebuah jalan pintas dari mental yang merusak. Label menghalangi kita membuka pikiran dan mengetahui betapa beragamnya orang di dunia ini.
Keith Harrell & Hattie Hill
Connect
Gramedia Pustaka Utama
Jakarta
2007
Rabu, 12 Juni 2019
Perubahan menurut Keith Harrell dan Hattie Hill
![]() |
| Gambar: https://www.darmawanaji.com |
Keith Harrell & Hattie Hill
Connect
Gramedia Pustaka Utama
Jakarta
2007
Senin, 02 April 2018
KEGUNAAN REFLEKSI DIRI MENURUT ANTONIUS I WAYAN TRINADA
![]() |
| Gambar: http://secarikdansecangkir.blogspot.co.id |
PEDAGOGI REFLEKTIF IGNASIAN:
SEBUAH KURIKULUM HIDUP
Penerbit Obor
Jakarta 2013
Kamis, 17 Desember 2015
Unsur yang dapat Dipertimbangkan sebagai Landasan Jati Diri menurut Soemarno Soedarsono
![]() |
| Gambar: aninpoems.wordpress.com |
a. Refleksi hati nurani merupakan cerminan sikap seseorang yang tak henti mencoba dan mencari tumpuan hati.
b. Keramahan yang tulus dan santun adalah suatu realita dalam kehidupan di daerah pedesaan. Alangkah baiknya bila realita ini dapat dibudyaakan kembali secara nasional.
c. Kebersamaan dalam musyawarah untuk mufakat, gotong royong, ngariung (Jawa Barat), mapalus (Manado), dan lain-lain, merupakan indikasi bahwa sebenarnya kita sebagai bangsa sangat memberi penekanan pada adanya saling bantu, saling memperhatikan dan saling menolong.
d. Keuletan dan ketangguhan merupakan unsur yang sangat menentukan dalam upaya mmeraih keberhasilan. Tanpa kedua hal ini, Indonesia dipastikan belum dapat menikmati kemerdekaan pada tahun 1945.
e. Ketakwaan kepada Tuhan sesungguhnya telah mengakar kuat, meski sering kali dikaburkan dan kurang dihayati seperti yang seharusnya. Seandainya pembinaan dan ketakwaan kepada Tuhan dilakukan secara lebih mendasar dan benar-benar dilaksanakan dengan pendekatan dari bawah ke atas (bottom up), berkat Pancasila sebagai ideology negara, Indonesia niscaya dapat membanggakan diri sebagai bangsa yang berbudi luhur.
f. Kecerdasan yang arif merupakan suatu pendapat objektif tentang bangsa Indonesia. Kita bukan bangsa yang bodoh, bahkan sebaliknya dapat dikategorikan potensial. Bukanlah tidak sedikit putra-putri Indonesia yang telah menunjukkan prestasi yang memuaskan dalam bidang pendidikan baik di dalam maupun di luar negeri? Di pedesaan, meski sebagian penduduknya tidak memiliki pendidikan formal memadai, kecerdasan dan kearifan tetap tersirat dalam perilaku sehari-hari.
g. Harga diri merupakan budaya tua dan luhur, yang diwariskan secara turun-temurun dan dimiliki bangsa Indonesia.. kenyataan ini selayaknya dipertahankan dan menjadi tumpuan jati diri bangsa.
Soemarno Soedarsono
Dalam:
Menepis
Krisis Identitas
Penyemaian
Jati Diri
Strategi
Membentuk Pribadi, Keluarga, dan Lingkungan
Menjadi
Bangsa yang profesional,
Bermoral
dan Berkarakter
PT.
Elex Media Komputindo
Jakarta, 1999Rabu, 16 Desember 2015
Unsur-unsur Pokok Perundingan menurut Ginny Pearson Barnes, Ed.D,
![]() |
| Gambar: lubukilmu.com |
· Kepercayaan merupakan ukuran yang kita pakai untuk menilai kekuatan hubungan antara pihak-pihak.
· Proses berunding dapat dibagi menjadi dua bagian: persiapan untuk berunding dan perundingan itu sendiri. Persiapan untuk berunding meliputi: mengerti orang lain, mengerti diri sendiri, mengerti perilaku yang tepat dan mengerti berbagai strategi. Perundingan itu sendiri meliputi: proses berunding, lingkungan untuk berunding, dan menilai hasil-hasil.
· Komunikasi. Informasi mengalir bolak-balik antar kedua belah pihak. Jika hal itu tidak terjadi, proses perundingan berarti macet.
· Orang. Masalah orang dapat melumpuhkan proses perundingan. Masalah-masalah ini dapat meliputi: emosi (rasa marah, rasa takut, kebencian, rasa dendam, ketidakpercayaan, rasa khawatir), miskomunikasi (tidak berbicara, tidak mendengar, salah pengertian), salah persepsi (harapan terhadap peranan yang berbeda-beda, perbedaan budaya, kepentingan dan keuntungan bersama.
· Kekuatan tawar-menawar. Walaupun sering kali dipandang sebagai kemampuan untuk mengambil keuntungan dari pihak lain, kekuatan tawar-menawar seperti yang didefinisikan dalam buku ini adalah PAK-Poer (kekuatan), Authority (wibawa) dan knowledge (pengetahuan).
· Alternative. Jika kedua pihak berpikiran terbuka dan mau menggunakan berbagai alternative, maka menemukan pemecahan menang-menang lebih besar kemungkinannya.
Kriteria penilaian. Kriteria ini berhubungan dengan nilai, keinginan dan kebutuhan. Penting diketahui kriteria apa yang dibawa setiap pihak ke meja perundingan.
Ginny Pearson Barnes, Ed.D,
Successful Negotiating:
Biarkan Orang Lain Mengikuti Kemauan Anda
Elex Media Komputindo Jakarta 2004
Jumat, 11 Desember 2015
Kehidupan Beragama menurut Soemarno Soedarsono
![]() |
| Gambar:zenziva.net |
· Seperti telah diutarakan sebelumnya, kehidupan beragama yang memberikan kesegaran hanya mungkin dipupuk dan disirami dalam rumah bersuasana moral dan spiritual nyaman. Bila rumah hanyalah sekadar bangunan dengan segala kemudahan dan berbagai kenyamanan fisik, ia tidak akan menjadi tempat yang subur untuk kehidupan beragama dalam arti yang sebenarnya.
· Pendidikan agama sebaiknya diberikan sejak usia dini. Adalah keliru anggapan yang mengatakan bahwa pemahaman dan pendidikan agama cukup diberikan di sekolah, masjid/langgar, atau gereja/sekolah minggu.
Agar dapat membuahkan hasil yang baik, pendidikan agama seyogianya dimulai di rumah, paling efektif bila orang tua dapat menjadi panutan dan teladan yang baik bagi anak-anaknya.
Soemarno Soedarsono
Dalam:
Menepis
Krisis Identitas
Penyemaian
Jati Diri
Strategi
Membentuk Pribadi, Keluarga, dan Lingkungan
Menjadi
Bangsa yang profesional,
Bermoral
dan Berkarakter
PT.
Elex Media Komputindo
Jakarta, 1999Sabtu, 05 Desember 2015
Ciri-ciri utama yang harus dimiliki seorang manusia berkepribadian Pancasila menurut Soemarno Soedarsono
![]() |
| Gambar: en.wikipedia.org |
Ciri-ciri utama yang harus dimiliki seorang manusia berkepribadian Pancasila:
a. Memiliki iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b. Memiliki rasa cinta tanah air.
c. Memiliki rasa persatuan dan kesatuan.
d. Mendambakan kerukunan dan kebersamaan.
e. Meyakini adanya kesamaan hak (tiadanya dominasi dari yang satu terhadap yang lain).
Soemarno Soedarsono
Dalam:
Menepis
Krisis Identitas
Penyemaian
Jati Diri
Strategi
Membentuk Pribadi, Keluarga, dan Lingkungan
Menjadi
Bangsa yang profesional,
Bermoral
dan Berkarakter
PT.
Elex Media Komputindo
Jakarta, 1999Rabu, 02 Desember 2015
Yang harus disampaikan dan Tujuan dari Perundingan menurut Ginny Pearson Barnes, Ed.D,
![]() |
| Gambar: hairilhazlan.com |
Perundingan adalah pemecahan perselisihan pendapat, dengan saling memberi dan menerima dalam konteks suatu hubungan tertentu. Ia dapat berbagi gagasan dan informasi dan berusaha memperoleh hasil yang dapat diterima satu sama lain.
Ginny Pearson Barnes, Ed.D,
Successful Negotiating:
Biarkan Orang Lain Mengikuti Kemauan Anda
Elex Media Komputindo Jakarta 2004
Kepribadian dan Ketahanan Pribadi menurut Soemarno Soedarsono
![]() |
| Gambar: arumfadilah15.blogspot.com |
Baik cita-cita, nilai, keyakinan, maupun pandangan hidup bangsa harus dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
Kepribadian yang mengacu pada sistem nilai Pancasila seharusnya dapat terlihat secara nyata (terimplementasikan) dalam kehidupan sehari-hari. Kepribadian berlandaskan Pancasila sudah semestinya selalu tercermin dalam sikap manusia Indonesia. Kepribadian-yang berakar, tumbuh, dan berkembang menjadi ketahanan pribadi-niscaya tidak akan mudah goyah ataupun berubah, kendati diguncang berbagai pengaruh dalam segala bentuknya.
Demi pulihnya citra ini, kepribadian Pancasila perlu ditumbuhkembangkan, kemajemukan harus dipertahankan, dan pembangunan nasional harus ditingkatkan. Kegagalan yang terjadi, tak ayal akan menimbulkan pergeseran pada system nilai, dengan demikian hasil (resultansi) dari keberadaan Negara kita yang telah menginjak usia 54 tahun ini akan dapat ditemukan kembali dalam bentuk seperti yang kita harapkan.
Seseorang dengan ketahanan pribadi yang kokoh tidak akan melepaskan diri dari system nilai yang ia dapatkan melalui agama atau keyakinan yang dianutnya. Ia juga tidak akan begitu saja mengabaikan nilai edukatif yang ia peroleh dari pendidikan formal maupun non-formal. Dari sini masing-masing pribadi dapat memetik nilai kebanggaan dan keagungan tradisi yang kuat dan mencerminkan budaya bangsa.
Hanya dengan kepribadian utuh dan kokoh, seseorang dapat dengan nyaman memasuki tahap saling menggantungkan diri, yang merupakan suatu realitas kehidupan. Ia akan tampil sebagai manusia dengan watak yang dapat diandalkan (excellence of character), sosok berprinsip teguh dengan focus perhatian pada keinginan untuk menyelesaikan tugas secara tuntas (accomplish a mission).
Seseorang dengan ketahanan pribadi yang kokoh tidak akan melepaskan diri dari system nilai yang ia dapatkan melalui agama atau keyakinan yang dianutnya. Ia juga tidak akan begitu saja mengabaikan nilai edukatif yang ia peroleh dari pendidikan formal maupun non-formal. Dari sini masing-masing pribadi dapat memetik nilai kebanggaan dan keagungan tradisi yang kuat dan mencerminkan budaya bangsa.
Hanya dengan kepribadian utuh dan kokoh, seseorang dapat dengan nyaman memasuki tahap saling menggantungkan diri, yang merupakan suatu realitas kehidupan. Ia akan tampil sebagai manusia dengan watak yang dapat diandalkan (excellence of character), sosok berprinsip teguh dengan focus perhatian pada keinginan untuk menyelesaikan tugas secara tuntas (accomplish a mission).
Ketahanan pribadi yang tangguh akan memperkukuh ketahanan keluarga dan selanjutnya akan membantu memperteguh ketahanan lingkungan dan ketahanan daerah, hingga pada akhirnya akan dapat mewujudkan ketahanan nasional yang kita dambakan.
Soemarno Soedarsono
Dalam:
Menepis
Krisis Identitas
Penyemaian
Jati Diri
Strategi
Membentuk Pribadi, Keluarga, dan Lingkungan
Menjadi
Bangsa yang profesional,
Bermoral
dan Berkarakter
PT.
Elex Media Komputindo
Jakarta,
1999
Sabtu, 28 November 2015
Perlunya Karakter dan Kompetensi menurut Soemarno Soedarsono
![]() |
| Gambar: bilikmakna.wordpress.com |
Pribadi yang efektif akan dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan lingkup di tempat ia berperan.
Soemarno Soedarsono
Dalam:
Menepis
Krisis Identitas
Penyemaian
Jati Diri
Strategi
Membentuk Pribadi, Keluarga, dan Lingkungan
Menjadi
Bangsa yang profesional,
Bermoral
dan Berkarakter
PT.
Elex Media Komputindo
Jakarta, 1999Kamis, 08 Januari 2015
Nalar dan Intuisi menurut William M. Boast, Ph.D & Benjamin Martin
gambar: www.diradio.net · Nalar akan menghilang dari seseorang jika orang itu tidak mempunyai pengetahuan yang cukup. Kita tidak dapat mempunyai nalar dan intuisi mengenai hal yang tidak kita ketahui. Makin besar pengetahuan dan informasi yang kita miliki makin besar kemungkinannya kita mempunyai intuisi yang efektif. Meskipun penemuan ilmu pengetahuan besar banyak yang didapatkan melalui intuisi, namun temuan-temuan itu tidak pernah dibuat oleh orang-orang yang latarbelakangnya dalam bidang itu tidak kuat.· Intuisi adalah alat yang sangat penting bagi pemikiran yang berhasil dalam dunia dinamis.
· Apabila rawa mulai mengering dan tidak seorang pun yang mengetahui hal-hal yang akan terjadi, kita tidak dapat menunggu fakta-fakta. Pada saat kita telah memproses semua fakta, orang yang berhasil telah mengerjakannya menurut firasatnya dan telah menempatkan tuntutan atas semua pekerjaan dan kontak-kontak yang ada.
· Mereka yang mempunyai nalar yang betul dapat melakukan tugasnya dengan baik.
Pada umumnya, orang berhasil mempunyai firasat yang benar dan orang yang gagal adalah orang yang firasatnya salah. Secara umum, kegagalan tidak dapat membedakan antara keinginan dan firasat, tapi orang yang sangat berhasil bisa mengenali firasatnya tanpa harus mencampuradukkannya dengan apa yang mereka kehendaki.
William M. Boast, Ph.D & Benjamin Martin
Masters of Change
Pemimpin Perubahan
(Bagaimana Pemimpin Besar di Setiap Abad Berkembang Pesat di Masa yang Bergejolak)
Penerbit:
PT. Elex Media Komputindo
Jakarta 2001
Selasa, 30 Desember 2014
Interaksi Manusia dengan Negara menurut Soemarno Soedarsono
![]() |
| Gambar: aetherspring.wordpress.com |
· Tak berbeda dalam kehidupan keluarga, bila seseorang dinyatakan tidak lagi mempunyai hak untuk membela kehormatannya, berarti ia dianggap tidak pantas untuk melakukannya.
· Merupakan suatu kebanggan dan kehormatan bagi seorang warga Negara bila berkesempatan mengorbankan jiwa dan raganya demi kelangsungan hidup negaranya. Untuk dapat menyadari hal ini, yang bersangkutan perlu mendapatkan pembinaan, bahwa hak bela Negara hendaknya tidak dipandang sebagai tugas yang membebani, tetapi sebaliknya suatu kehormatan dan kebanggaan yang tak ternilai tingginya.
- Seseorang yang telah kehilangan hak bela Negara tak ubahnya seperti kehilangan kehormatan. Ia tidak lagi dipercaya untuk melakukan dan memberikan yang terbaik bagi Negara yang melindungi keberadaannya.
Soemarno Soedarsono
Dalam:
Menepis
Krisis Identitas
Penyemaian
Jati Diri
Strategi
Membentuk Pribadi, Keluarga, dan Lingkungan
Menjadi
Bangsa yang profesional,
Bermoral
dan Berkarakter
PT.
Elex Media Komputindo
Jakarta, 1999Menunda Penilaian menurut Jim Wheeler
![]() |
| Gambar: www.drinspirasi.com |
Janganlah memutuskan apa yang akan Anda lakukan sampai pilihan yang lebih baik tersedia. Dengan menunda, Anda meningkatkan kemungkinan bahwa Anda akan membuat keputusan yang lebih baik.
Jim Wheeler
The
Power of Innovative Thingking:
Mengoptimalkan
Ide-ide Baru dan Kreativitas
Untuk
Memperlancar Kesuksesan
PT.
Elex Media Komputindo
Jakarta, 2004Jumat, 26 Desember 2014
Interaksi Manusia dengan Masyarakat menurut Soemarno Soedarsono
![]() |
| Gambar: ipsgampang.blogspot.com |
· Kecil atau besar, kelompok masyarakat memiliki perasaan persatuan di antara setiap anggotanya, dan menganggap diri berbeda dari kelompok lain. Suatu masyarakat memiliki norma, ketentuan, dan peraturan yang dipatuhi oleh setiap anggotanya, sehingga masing-masing anggota merasa terikat satu dengan yang lain. Perangkat-perangkat inilah yang kemudian dijadikan pedoman untuk memenuhi kebutuhan kelompok dalam arti seluas-luasnya.
· Tanpa masyarakat, manusia/individu tidak akan berarti; begitu pula sebaliknya: tanpa manusia/individu, masyarakat tidak akan berarti. Tak seorang pun dapat menyangkal kenyataan ini, bahwa manusia adalah makhluk social yang hidup dalam masyarakat.
- Dalam bermasyarakat, setiap individu seyogianya menyadari bahwa dirinya adalah anggota kelompok di antara anggota kelompok lainnya, oleh karena itu ia harus berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Soemarno Soedarsono
Dalam:
Menepis
Krisis Identitas
Penyemaian
Jati Diri
Strategi
Membentuk Pribadi, Keluarga, dan Lingkungan
Menjadi
Bangsa yang profesional,
Bermoral
dan Berkarakter
PT.
Elex Media Komputindo
Jakarta, 1999
Langganan:
Postingan (Atom)
Kesedihan Orang Lanjut Usia
"K esedihan bukan hanya menyangkut kehilangan orang yang dicintai, tapi juga tentang kehilangan kemampuan. Kehilangan apa yang dulu bis...
-
Gambar: https://www.phocuswire.com K ita semua ingin menjadi bagian dari tim. Kita semua ingin menang. Kita semua begitu ingin terhubu...
-
Gambar: www.irfankhairi.com · Menunda Penilaian: Saat Anda menunda penilaian setiap kali suatu ide diciptakan, Anda dapat memi...
-
Gambar: www.gcdietsehat.com T embok penghalang berdiri di sana karena suatu alasan, bukan untuk memberi kita kesempatan untuk memberi k...
















